Desa Lengkong

Kec. Bojongsoang, Kab. Bandung
Prov. Jawa Barat

Loading

Desa Lengkong

Hari Libur Nasional

Hari Lahir Pancasila

  • Hari
  • Jam
  • Menit
  • Detik
Info
Selamat datang di Website Resmi Desa Lengkong Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat

Berita Desa

Komentar Terbaru

Kategori

BOJONGSOANG, balebandung.com – Sebanyak 17 warga berkebutuhan khusus, di antaranya yang masih usia anak-anak, usia sekolah dan masuk usia produktif hadir di halaman Kantor Desa Lengkong Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung, Selasa (2/8/2022).

Kantor Desa Lengkong itu berdampingan dengan Dreamwork Desa Lengkong, di mana warga berkebutuhan khusus itu melaksanakan berbagai kegiatan.

Pantauan wartawan di lapangan, yang menarik saat mengamati aktivitas belasan warga berkebutuhan khusus itu saat memainkan alat musik khas jimbei asal Afrika. Dengan didampingi seorang pelatih/seniman yang memainkan alat musik khas jimbei itu, orang-orang berkebutuhan khusus terlihat ceria dan bahagia saat memainkan alat musik tradisional asal Afrika itu.

Mereka pun terlihat kompak memainkan alat musik tersebut dengan disambut warga lainnya yang terlihat antusias menyaksikan orang-orang kebutuhan khusus memainkan alat musik tersebut. Mereka berada di lingkungan dreamwork Desa Lengkong itu setiap hari Selasa dan Kamis pada setiap pekannya.

Kepala Desa Lengkong Agus Salam Rahmat, S.Pd., menyatakan, orang-orang berkebutuhan khusus yang hadir di lingkungan dreamwork Desa Lengkong yang secara bersama-sama memainkan alat musik khas jimbei asal Afrika itu, bukan hanya anak-anak saja, tapi ada yang sudah masuk masa usia produktif.

“Setelah saya survei ke lapangan, ternyata banyak yang sudah masuk masa usia produktif juga, selain anak-anak berkebutuhan khusus yang harus mendapatkan perhatian,” tutur Agus Salam.

Namun ada kekhawatiran dari para orang tuanya, ketika mereka diajak mengikuti kegiatan di dreamwork Desa Lengkong. Bahkan masih ada orang tua yang tidak mengizinkan anaknya pergi keluar, untuk mengikuti kegiatan di dreamwork itu. Melihat kondisi di lapangan, akhirnya terpikirkan untuk sama-sama membina mereka, setelah ketemu dengan Yulianti, aktivis pada bidang tersebut.

“Kebetulan Bu Yulianti, punya akses ke Pertamina, dan kita siapkan lahan untuk membangun dreamwork. Alhamdulillah bisa terealisasi dan banyak pihak yang terlibat dalam kegiatan ini,” tutur Agus.

Sekarang, kata Agus, di lingkungan dreamwork ada kegiatan seni dengan menggunakan sarana alat musik khas jimbei yang merupakan alat musik khas Afrika. Kemudian dalam menggunakan alat musik jimbei itu ada pelatihnya.

“Alat musik jimbei ini untuk melatih motorik pada anak maupun orang-orang yang sudah masuk masa usia produktif tersebut. Ini salah satu kegiatan yang dikembangkan di dreamwork,” katanya.

Pihaknya juga berusaha untuk melatih mereka menjadi jiwa mandiri, di antaranya melalui usaha rumah laundry. Para guru juga melakukan kunjungan ke rumah-rumah mereka, untuk melakukan pembinaan.

“Anak-anak dilatih untuk mensterika pakaian, mengeringkan pakaian atau hal lainnya yang bisa dilakukan oleh mereka. Dengan adanya pengembangan usaha laundry ini, penghasilannya untuk mereka juga. Untuk kemandirian mereka. Itu tujuannya,” tuturnya.

Melatih Motorik
Pihak Dreamwork Desa Lengkong Yulianti mengatakan, pelatihan alat musik khas jimbei asal Afrika ini merupakan bagian terapi terhadap anak-anak berkebutuhan khusus yang ada di lingkungan dreamwork Desa Lengkong.

“Kami buka layanan musik jimbei, dan dalam pelaksanannya kami berkolaborasi dan kerjasama dengan pelatih Pak Rendi,” kata Yulianti.

Selain itu, kata dia, ada kegiatan lainnya untuk warga berkebutuhan khusus itu adalah rumah loandry, membuat pengharum ruangan, dan pelatihan lainnya dengan melibatkan 17 binaan anak berkebutuhan khusus tersebut.

“Kegiatan pembinaan terhadap anak berkebutuhan khusus ini dinaungi oleh Yayasan Bintang Grahita Indonesia,” jelas Yulianti.

Sementara itu, pelatih alat musik khas jimbei/seniman Rendi Febrian mengatakan, alat musik ini merupakan bagian dari media untuk melatih motorik pada anak untuk tetap fokus dan berekspresi.

Alat ini bisa membantu perkembangan motorik pada anak-anak berkebutuhan khusus. Mereka pun bisa melepaskan, apa yang diinginkannya. Sebelumnya yang kurang fokus, bisa lebih fokus. Mereka pun bisa lebih rileks.

“Apalagi untuk mengikuti instruksi, mereka harus melihat ke pelatih dan yang tunanetra juga bisa mengikuti dengan cara mendengar,” kata Rendi. ***

Beri Komentar

CAPTCHA Image

Desa

4.000

LAKI-LAKI

LAKI-LAKI4.000penduduk

3.952

PEREMPUAN

PEREMPUAN3.952penduduk

7.952

TOTAL

TOTAL7.952penduduk

Layanan
Mandiri

Hubungi Pemerintah Desa untuk mendapatkan PIN

Pemerintah Desa

Kepala Desa

Agus salam Rahmat S.Pd

Sekretaris

Mulki Abdul aziz

Encu Samsu

wawan setiawan

Mia Rusmiati

Alo Sopandi

Ade Achmad

yahya Kurnia

Tia Novita

Herman Sulaeman

yana Supriatna

Fakhrudin Arroji Ghofur

KASI PELAYANAN

AKHMAD SANTOSA

Staff

DIMAS REZA PAMUNGKAS

PERKEMBANGAN PENDUDUK

Bulan Ini

Kelahiran

0

Orang

Kematian

0

Orang

Masuk

7

Orang

Pindah

0

Orang

Bulan Lalu

Kelahiran

0

Orang

Kematian

0

Orang

Masuk

7

Orang

Pindah

0

Orang

LAYANAN SURAT PENGANTAR

Hari Ini

0

Surat

Kemarin

0

Surat

Minggu Ini

0

Surat

Bulan Ini

17

Surat

Bulan Lalu

10

Surat

Tahun Ini

66

Surat

Tahun Lalu

190

Surat

Total

417

Surat

Menu Kategori
Agenda

Untuk sementara, belum ada agenda yang akan dilaksanakan.

Komentar
Statistik Pengunjung
Hari ini : 77
Kemarin : 418
Total Pengunjung : 43.389
Sistem Operasi : Unknown Platform
IP Address : 3.215.16.238
Browser : Tidak ditemukan
Pemerintah Desa

Agus salam Rahmat S.Pd

Kepala Desa

Mulki Abdul aziz

Sekretaris

Encu Samsu

wawan setiawan

Mia Rusmiati

Alo Sopandi

Ade Achmad

yahya Kurnia

Tia Novita

Herman Sulaeman

yana Supriatna

Fakhrudin Arroji Ghofur

AKHMAD SANTOSA

KASI PELAYANAN

DIMAS REZA PAMUNGKAS

Staff